Sudah lama ya blog ini ditelantarkan *eh,nyadar juga* sampe lumutan,jamuran,karatan,macem2 lah.. Xp
Lah kok tumben tiba2 mau posting?
Hmm.. karena ga tahan kalo pikiran cuma dipendam sendiri, enaknya ditulis aja.. :D
Back to the topic deh,
Akhir-akhir ini aku jauh lebih banyak berpikir tentang masa depan, berhubung baru lulus dari kuliah.. hehehe
Tapi bukan berarti sebelumnya ga pernah mikir lo ya. Cuma aja tantangan setelah lulus ini jauh lebih besar ketika masih kuliah karena sudah harus mikir kerjaan, keuangan, bahkan keluarga masa depan *ciee*tapi tetep ga boleh lupa sama yang diatas sangking banyak pikirannya loo..
Hahhaha..
Aku percaya pasti banyaaaaaak banget yang mikir gitu, terutama kita2 yang hampir lulus, baru lulus ato malah udah lama lulus *lhooo* *joke,joke*
Tapi, serius lo bisa ada yang kaya gitu, bisa macam2 penyebabnya yang tak bisa dijelaskan satupersatu, hanya hati nurani yang tahu.. cieilee..
Nah, baru2 ini aku mulai menekuni sebuah bisnis, yang kalo ditekuni pasti bisa sukses.. yaiyaaala,namanya juga orang tekun, kalo males mah ga bakalan jadi. Bisnis ini masih dalam tahap perintisan, jadi masih belum bisa dibocorkan disini. Yang mau dibocorkan hari ini adalah sebuah artikel menarik di Yahoo! tentang gimana cara mengelola uang yang baik, silakan menikmati.. :)
Tak semua orang bisa mengelola uang dengan baik. Banyak di antara kita yang tak punya tabungan, tak punya dana darurat, dan tenggelam dalam tumpukan utang. Kami bertanya pada pengusaha dan blogger finansial Fitz Villafuerte: apa kesalahan utama kita, dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya?
1. Kita memprioritaskan pengeluaran daripada simpanan sehingga tidak menyisakan apapun.
"Setiap mereka mendapatkan gaji mereka, mereka biasanya membelanjakan terlebih dahulu, dan kalau ada sisanya, itulah yang akan mereka tabung," kata Fitz Villafuerte. "Pada umumnya, tidak ada yang tersisa pada akhir bulan."
Solusi: Balik prosesnya. Pertama pisahkan sebagian dari gaji Anda untuk menabung, kemudian silakan habiskan sisanya. Villafuerte juga merekomendasikan untuk minta HRD perusahaan Anda untuk membantu: "Kamu bisa mendebet tabungan Anda secara otomatis. Minta HRD Anda untuk mengirimkan sebagian dari gaji Anda ke rekening lain di bank penggajian (payroll) kantor Anda." Metode proaktif ini membuat menabung tidak begitu menyusahkan. "Dengan begitu Anda tidak merasa kalau Anda menabung," kata Villafuerte. "Kamu tidak merasa bersalah jika menghabiskan apa yang tersisa. Menabung terasa lebih ringan dan menguntungkan."
2. Kita berinvestasi sebelum membuat dana darurat.
Villafuerte mengamati kalau kesalahan kedua yang sering dilakukan orang ketika mereka mendapatkan uang ekstra adalah berinvestasi sebelum mereka menyisihkan sebagian untuk dana darurat. "Mereka tidak menggunakannya terlebih dahulu untuk menyiapkan dana darurat," katanya. Dana darurat adalah fondasi dasar dari portfolio setiap orang, yang jumlahnya adalah: uang senilai enam kali biaya pengeluaran bulanan rumah tangga Anda, disimpan untuk kebutuhan darurat.
Solusi: Villafuerte merekomendasikan memiliki dana tersebut sebelum Anda menginvestasikan uang Anda. Bukannya dia tidak menganggap penting untuk membuat uang Anda bertambah, namun seperti masalah sebelumnya, masalah yang akan dihadapi ini adalah sesuatu yang merupakan prioritas. "Biaya rumah sakit, perbaikan mobil atau rumah yang mendadak tidak bisa Anda kesampingkan." Tanpa adanya dana darurat, kamu akan mencari utang atau mencairkan investasi Anda dengan segera.
3. Kita menghindari bursa saham.
Villafuerte menganggap bursa saham disalahartikan banyak orang. "Ketika Anda berbicara mengenai bursa saham, orang berpikir mengenai perdagangan saham, dan mereka jadi ketakutan, karena mereka pikir itu seperti berjudi," jelasnya. "Itu alasan mengapa hal itu kurang diberdayakan sebagai kendaraan investasi."
Selalu ingat: Perdagangan saham hanya merupakan sebagian kecil dari bursa saham. "Terdapat juga investasi bursa saham, yang lebih berupa jangka panjang," papar Villafuerte. "Jika warga lebih terdidik mengenai investasi [mengenai membeli saham atau menahannya untuk lima sampai tujuh tahun] Anda akan melihat kalau Anda mendapatkan lebih banyak dibandingkan jika Anda hanya menaruh uang Anda di deposito berjangka."
Namun Vilafuerte tidak mau memberikan nasihat mengenai bursa saham. Ia lebih memilih untuk mereferensikan brokernya: "Mereka menawarkan seminar gratis mengenai investasi bursa saham." Terdapat banyak masukan berkualitas di luar sana — namun Anda harus teliti mengenai hal itu.
4. Kita mendapatkan saran finansial dari orang yang salah.
Villafuerte telah melihat ini terlalu sering — pengusaha baru yang bertanya kepada temannya untuk nasihat bisnis gratis dan kena batunya. "Kita suka mengambil jalan pintas," tambahnya. "Mereka tidak melihat segala hal dari segi bisnis; mereka tidak bertanya kepada seorang pengusaha, 'bagaimana Anda menjalankan bisnis Anda?' jadi hal itu meningkatkan resiko kegagalan mereka."
Selalu ingat: Ada alasannya mengapa informasi tertentu gratis dan mudah didapatkan, kata Villafuerte: "Karena hal itu bukanlah nasihat terbaik yang bisa Anda dapatkan." Informasi bisnis yang berkualitas lebih sulit didapatkan. Ia teringat pada teman-temannya yang ingin berbisnis laundry dan meminta nasihatnya.
"Aku mengatakan kepadanya mengenai seminar operasi toko laundry di Nagoskwela: 'Kenapa kamu tidak hadir disana? Kamu akan mendapatkan nasihat dari orang-orang yang mengetahui bisnis itu.'" Temannya itu tidak menanggapi ide tersebut.
"Untungnya bisnisnya tidak hancur, namun memerlukan tiga tahun sebelum bisnis itu stabil." Dibandingkan dengan temannya yang lain yang menghadiri seminar laundry itu. "Ia menghadiri seminar toko laundry itu -- tokonya baru dibuka baru tiga bulan, namun sudah stabil," kenang Villafuerte. "Dari situ Anda dapat melihat perbedaannya: meminta nasihat mengenai uang, bisnis, atau investasi, dari orang yang cuma Anda kenal, dibandingkan mendapatkannya dari orang yang memang ahli di bidang itu."
Sumber : Yahoo!
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
1 September 2012
22 Oktober 2011
Give me more time..
Curcol yee.. hehe.. *English edition* =P
Hey all..
Maybe you often think.. "Where is CiChan?" when AOG time.. or maybe not..
And suddenly you see me with my boy sit together..
It doesn't my intent to get "far" away from all of you..
It just my willing and happiness to be by his side..
And automatically make my time with you less than before..
I didn't realize that this condition can make such misunderstanding that i didn't want to be together with you because of him..
I'm new in this condition, so don't push me too hard to be like before i had him, together with you enjoying the service..
Because there is special feeling that i can hear the sermon together with him..
I know that you didn't have bad intent to me, but i feel so sad when you misunderstanding me..
Let me learn to be better.. i just need more time..
I'm sorry if anything i said were wrong.. this is my honest feeling..
I <3 u Pamperz.. :)
12 Oktober 2011
Forgiving and forgetting..
Mungkin selama ini orang-orang yang mengenalku tidak pernah tahu kalo ada kisah seperti ini dibalik semua keceriaan yang kutunjukkan.. Tak ada yang menyangka kalau ternyata aku punya keluarga yang tidak seperti keluarga..
Ya benar.. aku berasal dari keluarga yang rusak, yang tidak berjalan sebagaimana fungsi sebuah keluarga..
Semua bermula dari pilihan mamaku untuk mengikuti keegoisan papaku, yang memaksanya menikah dengan ancaman bunuh diri.
Mamaku tahu bahwa pernikahan yang bermula dari paksaan bukanlah hal yang baik, tapi karena pikiran polosnya yang mengira bahwa menyebabkan orang meninggal adalah berdosa, maka diambilnyalah keputusan itu, keputusan yang akhirnya merusak keluarga ini.. Keputusan yang membuatku sebagai anak, tak mengetahui bagaimana rasanya sebuah keluarga yang utuh..
Terlihat seperti bahwa aku adalah anak hasil paksaan.. Pikirku dulu..
Ditambah lagi dengan keadaan ekonomi yang memaksa papaku untuk bekerja di luar negeri selama bertahun-tahun, ia berangkat ke Jepang pada saat aku masih berumur 3 atau 4 tahun..
Keadaan umur yang sangat membutuhkan figur seorang papa..
Alhasil mamaku membesarkanku sendirian selama bertahun-tahun..
Aku tumbuh dengan mendengar tangisan mamaku di telepon karena cacian papaku, entah apa yang mereka bicarakan, tapi yang jelas benih-benih kebencian itu mulai muncul di hatiku. Dan setiap kali papa mau berbicara kepadaku, aku selalu menolaknya dan berdalih dengan berbagai macam alasan. Sebenarnya adalah aku benci untuk berbicara dengan papaku, tak ada perlunya..
Sekian lama benih kebencian itu berakar dan terus bertumbuh dalam hatiku, waktu itu aku belum mengenal Tuhan secara pribadi, meski aku Kristen sejak kecil, tapi yang ada hanyalah sebuah rutinitas pergi ke gereja dan sekolah minggu..
Akhirnya ia pulang, papaku pulang dari luar negeri..
Dengan perasaan tak menentu mama dan aku menyambutnya dengan setengah hati.. dan benar apa yang kami takutkan terbukti, di dalam rumah tak pernah ada damai sejahtera, justru pada saat papa pergi dari rumah saat-saat paling melegakan.
Suasana rumah tidak lagi menjadi seperti rumah, terasa seperti neraka..
Situasi bertambah parah ketika papa marah, papa turun tangan menyakiti kami berdua, ada saja yang dilakukannya, dari menampar, menonjok, memukul, sampai meludah..
Semuanya pernah dia lakukan, dan ketika amarahnya reda papa kembali menjadi papa yang biasa, yang tak pernah peduli pekerjaan mama di depot, yang hanya seharian menonton TV di rumah..
Sakit demi sakit dirasakan oleh kami berdua oleh sikapnya..
Sampai pada suatu saat papa menghilang selama beberapa bulan, entah pergi ke mana atau melakukan apa, tapi justru keadaan ini membuat suasana rumah kembali seperti rumah, rasa damai itu muncul kembali di rumah tanpanya.. Sesaat kami sangat menikmati keadaan itu, tapi dalam hati aku tahu bahwa masalah ini belum selesai..
Benar saja.. Pada saat mama dan aku pergi ke Malang untuk mengunjungi rumah kami yang baru selesai dibangun, ternyata rumah itu tidak kosong..
Yang membukakan kami pintu adalah seorang wanita yang berpakaian minim dan bertanya siapa kami. Dengan perasaan kaget kami bertanya balik kepada wanita itu, dan memberitahu padanya bahwa ini adalah rumah kami, seketika wanita itupun masuk ke rumah setelah membuka pintu untuk kami..
Dalam rumah kami mendapati papaku yang sedang berpakaian minim pula sedang santai menonton TV..
Jgerrr.. *petir menyambar
Tak usah diperjelas pun melihat keadaan seperti itu hanya ada satu kesimpulan, yaitu sebuah perselingkuhan.. Tapi papaku tanpa ekspresi dan merasa bersalah, alih-alih menjelaskan, ia malah bertanya balik kepada mama.. "Ya wes, trus kamu mau apa?"
Aduuh.. serasa dunia ini hancur dalam sekejap, belum cukup sikapnya seperti itu, ditambah lagi dengan keadaan ini..
Sambil menahan sakit dan air mata, kami pun pulang kembali ke Surabaya..
Tak tahu apa yang harus diperbuat, kami pun melanjutkan hidup tanpa papa..
Bekerja seperti biasa, bersekolah seperti biasa..
Kejadian ini terjadi pada saat aku masih SMP, saat2 yang paling mengerikan pula di sekolah..
[Yang akan kuceritakan di postingan berikutnya..]
Jadi intinya, keluarga hancur, sekolah hancur.. Dimanapun tak ada tempat berpijak bagiku yang masih bersekolah..
Sempat berpikir untuk bunuh diri, hilang dari semua permasalahan ini, tapi tak pernah terlaksana..
Aku sangat bersyukur pada saat aku pun masih belum mengenal Tuhan, Ia terus melindungi dan menjagaku, tanpa aku tahu..
Hingga akhirnya aku lulus SMP dan masuk SMA, saat2 Tuhan mulai memanggil namaku..
Melalui anak-anak muda yang mencari jiwa dari rumah ke rumah aku dipanggil,
Tapi tak semudah itu mereka mendapatkanku, perjuangan mereka untuk follow-up sangat mengesankan, tak henti-hentinya mengajakku untuk mengikuti komsel remaja pada saat itu..
Akhirnya karena merasa terganggu aku pun mengikuti komsel dengan pikiran bahwa aku akan menolaknya dengan mengatakan bahwa aku tidak cocok ada dalam komsel tersebut..
Tapi rencana tinggal rencana, aku menemukan keluarga dalam tempat itu..
[Terjaring sampe sekarang deh..wakakaka..]
Tempat aku belajar tentang Tuhan, Bapa sejati yang tak pernah mengecewakan..
Terus menerus aku dibantu untuk belajar mengampuni, yang jelas2 tak mudah.. sama sekali..
Sampai pada suatu saat aku mengikuti sebuah camp yang luar biasa, camp yang memutarbalikkan kehidupanku.. camp yang membuatku mulai bisa mengampuni..
Saat itu pembimbing camp mengajak peserta berdoa untuk penyembuhan luka batin yang mungkin pernah terjadi dalam kehidupan kami, dimulai dari anak yang mungkin pernah mau digugurkan saat masih dalam kandungan, maupun yang mengalami kepahitan..
Saat itu aku merasa kikuk dan aneh, karena disekelilingku sudah banyak anak-anak yang menangis meraung-raung, terisak-isak, bahkan tertawa-tawa sendiri..
Aneh banget pikirku.. aku masih dalam keadaan mengeraskan hati, dan beranggapan tak ada yang terjadi..
Sampai saat seorang pembimbing yang memiliki karunia menafsirkan bahasa Roh berkata bahwa di tempat ini ada seorang anak yang mengalami kepahitan terhadap papanya..
*jgerr, petir menyambar lagi
Pembimbing itu menjelaskan dengan detil apa yang terjadi, sehingga tak ada kesempatan bagiku untuk mengelak lagi dan dengan tersungkur menangis bersama dengan orang-orang lainnya..
Aku sudah tak peduli, mau ada orang menganggap aneh atau apa, terserah, hanya satu yang ada dalam pikiranku saat itu.. Tuhan mengorek dan membersihkan lukaku yang telah lama berdarah dan bernanah.. Sakit..jelas..!!
Sempat bergumul, tak mau mengampuni, tak mau didoakan, tapi aku tak mampu menahan perasaan itu.. perasaan ketika dipeluk oleh seorang papa.. [airmata semakin mengocor derasss...]
Perasaan yang selama ini belum pernah kualami..
Sangat hangat, sangat nyaman, sangat aman.. jaminan 100%!!
Tanpa dipaksa lagi kakiku berjalan mencari figur papa yang mirip dengan papaku..
[ceritanya saat itu lagi ada sesi pembasuhan kaki..hehe..]
Yang mau mengampuni dibasuh, yang mau diampuni membasuh.. begitulah..
Saat tiba giliranku di orang yang kupilih, padanya aku berteriak menangis dan sempat memukulinya, bercerita tentang perilaku papaku terhadap aku dan mama..
Satu kalimat yang kuingat sampai saat ini, yaitu "Maafkan papa ya nak, maafkan sudah menyakiti kalian berdua, terus berdoa untuk papa ya, karena saat ini papa tidak sadar, papa punya hati dikendalikan oleh roh jahat"
Tersentak oleh perkataan itu, kesadaranku kembali, saat itu juga aku memaafkan papaku, karena fakta baru yang kuterima, yaitu tidak seharusnya aku membenci papa, yang harus benar2 kubenci adalah iblis yang sedang menguasai hati papaku..!!
Oh Tuhan..
Kesadaran baru ini membuatku yang dulunya masih setengah hati bilang mengampuni, menjadi belajar mengenai pengampunan yang sejati..
Hingga saat ini pun, aku masih dalam proses belajar mengampuni dan melupakan..
Karena sampai saat ini pula, aku tidak mengetahui keberadaan papaku, ia telah menghilang selama beberapa tahun terakhir ini..
Cuma satu yang kuharapkan kalau-kalau kita tidak pernah bertamu lagi, yaitu supaya papa bahagia, diamanapun ia berada, dan kalau-kalau papa telah memiliki keluarga yang baru, aku berharap semoga ia tidak melakukan hal yang sama yang ia lakukan terhadap mama dan aku..
Aku percaya Tuhan terus menerus melindungi dan menjaga papa, mama, dan aku..
Ia Bapa yang setia..
Terima kasih Tuhan yang telah memprosesku hingga jadi aku yang sekarang ini..
Masih banyak proses yang harus kulalui, tapi satu hal yang kupercaya, rencanaNya adalah rencana yang terindah..
Ya benar.. aku berasal dari keluarga yang rusak, yang tidak berjalan sebagaimana fungsi sebuah keluarga..
Semua bermula dari pilihan mamaku untuk mengikuti keegoisan papaku, yang memaksanya menikah dengan ancaman bunuh diri.
Mamaku tahu bahwa pernikahan yang bermula dari paksaan bukanlah hal yang baik, tapi karena pikiran polosnya yang mengira bahwa menyebabkan orang meninggal adalah berdosa, maka diambilnyalah keputusan itu, keputusan yang akhirnya merusak keluarga ini.. Keputusan yang membuatku sebagai anak, tak mengetahui bagaimana rasanya sebuah keluarga yang utuh..
Terlihat seperti bahwa aku adalah anak hasil paksaan.. Pikirku dulu..
Ditambah lagi dengan keadaan ekonomi yang memaksa papaku untuk bekerja di luar negeri selama bertahun-tahun, ia berangkat ke Jepang pada saat aku masih berumur 3 atau 4 tahun..
Keadaan umur yang sangat membutuhkan figur seorang papa..
Alhasil mamaku membesarkanku sendirian selama bertahun-tahun..
Aku tumbuh dengan mendengar tangisan mamaku di telepon karena cacian papaku, entah apa yang mereka bicarakan, tapi yang jelas benih-benih kebencian itu mulai muncul di hatiku. Dan setiap kali papa mau berbicara kepadaku, aku selalu menolaknya dan berdalih dengan berbagai macam alasan. Sebenarnya adalah aku benci untuk berbicara dengan papaku, tak ada perlunya..
Sekian lama benih kebencian itu berakar dan terus bertumbuh dalam hatiku, waktu itu aku belum mengenal Tuhan secara pribadi, meski aku Kristen sejak kecil, tapi yang ada hanyalah sebuah rutinitas pergi ke gereja dan sekolah minggu..
Akhirnya ia pulang, papaku pulang dari luar negeri..
Dengan perasaan tak menentu mama dan aku menyambutnya dengan setengah hati.. dan benar apa yang kami takutkan terbukti, di dalam rumah tak pernah ada damai sejahtera, justru pada saat papa pergi dari rumah saat-saat paling melegakan.
Suasana rumah tidak lagi menjadi seperti rumah, terasa seperti neraka..
Situasi bertambah parah ketika papa marah, papa turun tangan menyakiti kami berdua, ada saja yang dilakukannya, dari menampar, menonjok, memukul, sampai meludah..
Semuanya pernah dia lakukan, dan ketika amarahnya reda papa kembali menjadi papa yang biasa, yang tak pernah peduli pekerjaan mama di depot, yang hanya seharian menonton TV di rumah..
Sakit demi sakit dirasakan oleh kami berdua oleh sikapnya..
Sampai pada suatu saat papa menghilang selama beberapa bulan, entah pergi ke mana atau melakukan apa, tapi justru keadaan ini membuat suasana rumah kembali seperti rumah, rasa damai itu muncul kembali di rumah tanpanya.. Sesaat kami sangat menikmati keadaan itu, tapi dalam hati aku tahu bahwa masalah ini belum selesai..
Benar saja.. Pada saat mama dan aku pergi ke Malang untuk mengunjungi rumah kami yang baru selesai dibangun, ternyata rumah itu tidak kosong..
Yang membukakan kami pintu adalah seorang wanita yang berpakaian minim dan bertanya siapa kami. Dengan perasaan kaget kami bertanya balik kepada wanita itu, dan memberitahu padanya bahwa ini adalah rumah kami, seketika wanita itupun masuk ke rumah setelah membuka pintu untuk kami..
Dalam rumah kami mendapati papaku yang sedang berpakaian minim pula sedang santai menonton TV..
Jgerrr.. *petir menyambar
Tak usah diperjelas pun melihat keadaan seperti itu hanya ada satu kesimpulan, yaitu sebuah perselingkuhan.. Tapi papaku tanpa ekspresi dan merasa bersalah, alih-alih menjelaskan, ia malah bertanya balik kepada mama.. "Ya wes, trus kamu mau apa?"
Aduuh.. serasa dunia ini hancur dalam sekejap, belum cukup sikapnya seperti itu, ditambah lagi dengan keadaan ini..
Sambil menahan sakit dan air mata, kami pun pulang kembali ke Surabaya..
Tak tahu apa yang harus diperbuat, kami pun melanjutkan hidup tanpa papa..
Bekerja seperti biasa, bersekolah seperti biasa..
Kejadian ini terjadi pada saat aku masih SMP, saat2 yang paling mengerikan pula di sekolah..
[Yang akan kuceritakan di postingan berikutnya..]
Jadi intinya, keluarga hancur, sekolah hancur.. Dimanapun tak ada tempat berpijak bagiku yang masih bersekolah..
Sempat berpikir untuk bunuh diri, hilang dari semua permasalahan ini, tapi tak pernah terlaksana..
Aku sangat bersyukur pada saat aku pun masih belum mengenal Tuhan, Ia terus melindungi dan menjagaku, tanpa aku tahu..
Hingga akhirnya aku lulus SMP dan masuk SMA, saat2 Tuhan mulai memanggil namaku..
Melalui anak-anak muda yang mencari jiwa dari rumah ke rumah aku dipanggil,
Tapi tak semudah itu mereka mendapatkanku, perjuangan mereka untuk follow-up sangat mengesankan, tak henti-hentinya mengajakku untuk mengikuti komsel remaja pada saat itu..
Akhirnya karena merasa terganggu aku pun mengikuti komsel dengan pikiran bahwa aku akan menolaknya dengan mengatakan bahwa aku tidak cocok ada dalam komsel tersebut..
Tapi rencana tinggal rencana, aku menemukan keluarga dalam tempat itu..
[Terjaring sampe sekarang deh..wakakaka..]
Tempat aku belajar tentang Tuhan, Bapa sejati yang tak pernah mengecewakan..
Terus menerus aku dibantu untuk belajar mengampuni, yang jelas2 tak mudah.. sama sekali..
Sampai pada suatu saat aku mengikuti sebuah camp yang luar biasa, camp yang memutarbalikkan kehidupanku.. camp yang membuatku mulai bisa mengampuni..
Saat itu pembimbing camp mengajak peserta berdoa untuk penyembuhan luka batin yang mungkin pernah terjadi dalam kehidupan kami, dimulai dari anak yang mungkin pernah mau digugurkan saat masih dalam kandungan, maupun yang mengalami kepahitan..
Saat itu aku merasa kikuk dan aneh, karena disekelilingku sudah banyak anak-anak yang menangis meraung-raung, terisak-isak, bahkan tertawa-tawa sendiri..
Aneh banget pikirku.. aku masih dalam keadaan mengeraskan hati, dan beranggapan tak ada yang terjadi..
Sampai saat seorang pembimbing yang memiliki karunia menafsirkan bahasa Roh berkata bahwa di tempat ini ada seorang anak yang mengalami kepahitan terhadap papanya..
*jgerr, petir menyambar lagi
Pembimbing itu menjelaskan dengan detil apa yang terjadi, sehingga tak ada kesempatan bagiku untuk mengelak lagi dan dengan tersungkur menangis bersama dengan orang-orang lainnya..
Aku sudah tak peduli, mau ada orang menganggap aneh atau apa, terserah, hanya satu yang ada dalam pikiranku saat itu.. Tuhan mengorek dan membersihkan lukaku yang telah lama berdarah dan bernanah.. Sakit..jelas..!!
Sempat bergumul, tak mau mengampuni, tak mau didoakan, tapi aku tak mampu menahan perasaan itu.. perasaan ketika dipeluk oleh seorang papa.. [airmata semakin mengocor derasss...]
Perasaan yang selama ini belum pernah kualami..
Sangat hangat, sangat nyaman, sangat aman.. jaminan 100%!!
Tanpa dipaksa lagi kakiku berjalan mencari figur papa yang mirip dengan papaku..
[ceritanya saat itu lagi ada sesi pembasuhan kaki..hehe..]
Yang mau mengampuni dibasuh, yang mau diampuni membasuh.. begitulah..
Saat tiba giliranku di orang yang kupilih, padanya aku berteriak menangis dan sempat memukulinya, bercerita tentang perilaku papaku terhadap aku dan mama..
Satu kalimat yang kuingat sampai saat ini, yaitu "Maafkan papa ya nak, maafkan sudah menyakiti kalian berdua, terus berdoa untuk papa ya, karena saat ini papa tidak sadar, papa punya hati dikendalikan oleh roh jahat"
Tersentak oleh perkataan itu, kesadaranku kembali, saat itu juga aku memaafkan papaku, karena fakta baru yang kuterima, yaitu tidak seharusnya aku membenci papa, yang harus benar2 kubenci adalah iblis yang sedang menguasai hati papaku..!!
Oh Tuhan..
Kesadaran baru ini membuatku yang dulunya masih setengah hati bilang mengampuni, menjadi belajar mengenai pengampunan yang sejati..
Hingga saat ini pun, aku masih dalam proses belajar mengampuni dan melupakan..
Karena sampai saat ini pula, aku tidak mengetahui keberadaan papaku, ia telah menghilang selama beberapa tahun terakhir ini..
Cuma satu yang kuharapkan kalau-kalau kita tidak pernah bertamu lagi, yaitu supaya papa bahagia, diamanapun ia berada, dan kalau-kalau papa telah memiliki keluarga yang baru, aku berharap semoga ia tidak melakukan hal yang sama yang ia lakukan terhadap mama dan aku..
Aku percaya Tuhan terus menerus melindungi dan menjaga papa, mama, dan aku..
Ia Bapa yang setia..
Terima kasih Tuhan yang telah memprosesku hingga jadi aku yang sekarang ini..
Masih banyak proses yang harus kulalui, tapi satu hal yang kupercaya, rencanaNya adalah rencana yang terindah..
Tak ada yang kebetulan,
Greater things are yet to come,
in my life and in your life..Give Thanks.. ^^
Greater things are yet to come,
in my life and in your life..Give Thanks.. ^^
23 September 2011
My stupidity.. T.T
Apa yang sudah kulakukan sih??
Tugas ga maksimal, gara2 apa? MALAS..
Sekarang lagi2 ketinggalan sama teman2 yang lain, gara2 apa? TUNDA..
Seandainya bisa memutar balik waktu..
Tapi ga bisa.. semua udah terjadi.. dan itu jadi tamparan yang keras buatku..
Berkali2 bilang sama diri sendiri.. jangan MALAS, jangan TUNDA..!!
Tapi selalu saja terulang..
Oh Tuhan.. tolong bantu aku pada sisi terlemahku ini..
Jangan sampai hidupku jadi batu sandungan buat orang lain, gara2 sifat jelekku ini..
Aku ga ingin jatuh berulang kali pada lubang yang sama, aku ingin BANGKIT..!!
Ayo, berani untuk keluar dari "kubangan" ini..!!
Tampar aku lagi Tuhan kalo aku lagi2 menunjukkan tanda2 yang ga baik..
Aku ingin berubah.. dan tidak kembali lagi..
Semangattt..!!!
Tugas ga maksimal, gara2 apa? MALAS..
Sekarang lagi2 ketinggalan sama teman2 yang lain, gara2 apa? TUNDA..
Seandainya bisa memutar balik waktu..
Tapi ga bisa.. semua udah terjadi.. dan itu jadi tamparan yang keras buatku..
Berkali2 bilang sama diri sendiri.. jangan MALAS, jangan TUNDA..!!
Tapi selalu saja terulang..
Oh Tuhan.. tolong bantu aku pada sisi terlemahku ini..
Jangan sampai hidupku jadi batu sandungan buat orang lain, gara2 sifat jelekku ini..
Aku ga ingin jatuh berulang kali pada lubang yang sama, aku ingin BANGKIT..!!
Ayo, berani untuk keluar dari "kubangan" ini..!!
Tampar aku lagi Tuhan kalo aku lagi2 menunjukkan tanda2 yang ga baik..
Aku ingin berubah.. dan tidak kembali lagi..
Semangattt..!!!
Langganan:
Postingan (Atom)